Monday, October 19, 2009

Magic Kingdom, Disney World, Orlando




Magic Kingdom merupakan salah satu bagian dari Disney World, Orlando, yang terdiri dari Magic Kingdom, Epcot, Blizzard Beach, Animal Kingdom, Hollywood Studios, Typhoon Lagoon.

Info lengkap tentang Magic Kingdom, bisa dilihat di http://disneyworld.disney.go.com/parks/magic-kingdom/

Tuesday, April 28, 2009

Wednesday, April 22, 2009

Pagi tadi jadi teknisi Aora TV

Sejak seminggu yang lalu siaran Aora TV di rumah sering byar pet, low signal, malah kadang hilangnya lama banget, setelah decoder direset baru bisa normal kembali. Dicek kabel di sisi decoder sih baik-baik saja, jadi dugaanku masalah ada di sisi antena. Sebenarnya pingin ngecek sih, cuman tangga di rumah menghilang entah kemana, ada yang pinjam tapi gak dikembalikan.

Puncaknya kemarin siaran Aora hilang seharian. Malam hari coba telpon ke Customer Care, eh cuman disuruh ngereset decoder, padahal tanpa disuruh juga dah berulang kali dilakukan. Ujung-ujungnya disuruh nunggu 15-30 menit mau dilakukan penguatan sinyal katanya. Setelah sejam hasilnya nihil, coba telpon Customer Care lagi, eh disuruh reset lagi, ya sami mawon lah. Akhirnya aku minta ada teknisi yang datang saja, yang dijanjikan besok paginya dan kena charge Rp 25 ribu. Weleh-weleh, kok bayar ya. Yang lebih sedih lagi malam itu gak bisa nonton Liverpool vs Arsenal.

Karena gak yakin teknisi Aora bakal datang hari ini, padahal malam nanti ada MU vs Portsmouth, maka pagi tadi cari pinjaman tangga ke tetangga. Berpacu dengan waktu karena harus segera ngantar anak sekolah & berangkat kerja, langsung to the point, konektor kabel di sisi LNB dilepas, kayaknya kok baik-baik saja. Ya udah dipasang kembali, eh pas dikencengin malah kabelnya terlepas dari konektornya. Setelah dilihat ternyata bagian outer gak menyisakan sedikitpun serat kabel, oh itu masalahnya. Kupas sedikit kulit kabel luar, biar muncul serat kabelnya, potong dikit inner-nya, pasang lagi konektornya dan kencengin ke LNB.

Masuk ke dalam rumah, hidupkan decoder, nunggu proses booting, begitu selesai update, muncul deh gambar dari channel ESPN. Lumayan hemat Rp 25 ribu dan yang lebih penting nanti malam bisa nonton MU vs Portsmouth dan berharap siaran ulang Liverpool vs Arsenal juga.

Sampai kantor telpon Customer Care untuk batalin teknisi, problem udah teratasi. Eh jam 10-an teknisinya telpon kalau mau datang, ya dijawab saja "batal mas, udah bisa lagi", mending 25 rb buat jajan sama anak-anak...hehehe

Wednesday, February 4, 2009

Iran luncurkan satelit, kapan Indonesia menyusul.

Tanggal 2 Februari 2009, untuk pertama kalinya Iran telah berhasil meluncurkan satelit domestik buatan sendiri. Satelit bernama OMID (harapan) tersebut diluncurkan dengan menggunakan roket Safir-2, merupakan satelit kedua Iran. Satelit pertama Iran yang bernama SINA-1 buatan Rusia dan diluncurkan oleh Rusia pada tahun 2005.

Angkat 2 jempol buat ilmuwan dan pemerintah Iran, atas prestasi yang dicapai di tengah berbagai embargo yang dilakukan dunia barat terhadap Iran. Sayang, sampai saat ini saya belum menemukan informasi lokasi orbit dan band kedua satelit Iran tersebut. Di database LyngSat dan ViaSatellite juga tidak ditemukan. Apakah mungkin terdaftar dengan nama lain ya?

Bagaimana juga dengan dunia persatelitan Indonesia? Indonesia sudah mempunyai satelit sejak 1976 (Palapa A) dan hingga kini sudah puluhan satelit yang pernah dimiliki. Namun belum pernah sekalipun satelit domestik buatan sendiri maupun yang diluncurkan sendiri. Padahal dari segi lokasi, posisi Indonesia sangat strategis untuk peluncuran satelit. Rencana kerjasama LAPAN dengan Rusia untuk membangun pusat peluncuran satelit di Biak juga tidak jelas perkembangannya. LAPAN sendiri sebenarnya sudah berhasil membuat mikro satelit dan beberapa kali ujicoba peluncuran roket, tinggal dikembangkan lebih lanjut.

Mudah-mudahan dengan sukses Iran ini bisa memacu ilmuwan dan pemerintah Indonesia untuk lebih mengembangkan dunia persatelitan di negeri kepulauan yang kebutuhan akan teknologi satelit adalah mutlak.

Setidaknya mungkin Iran dan juga China bisa dijadikan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan kita akan satelit. Jadi tidak hanya bergantung ke US dan Perancis untuk pembelian dan peluncuran satelit. Dengan begitu pasti bisa didapat harga yang lebih murah.