Wednesday, November 19, 2008

Pantai Kartini, Rembang




Pantai Kartini terletak di jalur pantura antara Semarang - Surabaya, dekat pertigaan ke arah Blora.

Pintu masuk area pantai dipenuhi oleh para pedagang, gak tahu karena libur lebaran atau memang setiap harinya begitu. Sehingga untuk parkir harus di seberang pintu masuk, menempati area parkir instansi lain.

Sebelum mencapai pantai, selain melalui banyak counter pedagang, terlihat juga arena permainan dan hiburan. Pantainya sendiri cukup luas dan landai dengan pasir yang lembut, sayang sampah berserakan dimana-mana.

Anak-anak sih suka banget main di sini, yang tadinya mau sebentar saja, eh malah berlama-lama main air, padahal gak sempat ganti pakaian renang, males ambil ke mobil, parkirnya jauh.

Makam RA Kartini di Rembang




Makam RA Kartini ini berlokasi di desa Bulu, kec Bulu, kab Rembang berada di jalur jalan antara Blora dan Rembang.

Meskipun papan nama resminya adalah makam pahlawan nasional RA Kartini, ini sebenarnya adalah komplek makam keluarga Djojo Adhiningrat, yaitu bupati Rembang dimana Kartini adalah istri kedua beliau. Kartini diangkat sebagai pahlawan dengan Keputusan Presiden Soekarno, tapi komplek makam Kartini ini diresmikan oleh ibu Tien Soeharto.

Kartini dimakamkam berdampingan dengan Sokarmilah, istri pertama Djojo Adhiningrat, diberi pagar teralis tersendiri. Djojo Adhiningrat dimakamkan di belakang kedua istrinya tersebut, di luar pagar. Kartini wafat setelah melahirkan anaknya, Soesalit. Makam Soesalit, yang sewaktu hidupnya berprofesi tentara dan pernah menjadi panglima Divisi, ada di komplek ini juga, di samping kiri pagar teralis makam ibu dan ibu tirinya.

Saat memasuki komplek makam ini kita disambut oleh seorang juru kunci yang hafal banget sejarah Kartini dan silsilah keluarga Djojo Adiningrat bahkan sampai keturunannya yang saat ini masih hidup. Kita diharuskan mengisi buku tamu di meja juru kunci di dekat pintu masuk, ada kota sumbangan juga yang bisa kita isi seikhlasnya.

Jalan masuk komplek makam ini sedang dalam renovasi, parkiran juga cukup luas, ada mushola juga, pedagang souvenir, dll. Lumayan buat pengenalan sejarah kepada anak-anak.

Sate Blora




Dalam perjalanan balik dari Surabaya lewat Blora, kami mampir di komplek pondok sate Mustika, yang berlokasi di dekat alun-alun Blora di kiri jalan yang menuju ke arah Purwodadi. Di komplek ini banyak penjual sate ayam, sate kambing, tahu lontong, dll. Kebetulan kami masuk ke warung sate ayam "Pak Sungep", namun kami juga pesan sate kambing dan tahu telor dari warung yang ada di sebelahnya.

Waktu kami pesan "sate ayam 20 tusuk pak", bapak penjualnya bilang "nanti dihitung saja yang dimakan pak" dan kemudian di depan kami langsung dihidangkan sekitar 40-50 tusuk sate ayam. Dalam hati sempat bertanya-tanya, kalau yang gak dimakan nantinya disajikan lagi ke pembeli lain kan dibakar lagi biar hangat, begitu seterusnya, apa gak lama-lama gosong ya...? Ternyata siang itu kami habis lebih dari 20 tusuk....

Sate ayam sih enak dan hampir tidak ada lemaknya, tahu telornya pun cukup enak. Kapan-kapan kalau kita lewat sini pasti kita coba lagi. Untuk sate kambingnya sih biasa-biasa saja dan selalu ada lemaknya di setiap tusukannya.

KBS - Kebun Binatang Surabaya




KBS (Kebun Binatang Surabaya) atau bonbin (kebon binatang), gak banyak perubahan koleksi binatang, gak ada peningkatan sarana, bahkan papan petunjuk dan papan nama binatang kondisinya semakin memprihatinkan, sebagian malah sudah menghilang.

Meski begitu, dalam setiap musim liburan sekolah pasti selalu disesaki pengunjung, termasuk libur lebaran tahun ini. Pilihan kami untuk berkunjung setelah selesai sholat Jumat ternyata cukup tepat, karena ternyata pengunjung tidak terlalu banyak.

Yo wis...anak-anak silakan berputar-putar sampai capek deh....

Tuesday, November 18, 2008

Mudik Lebaran 1429H




Ini cerita mudik lebaran 1429H yang lalu. Kali ini total perjalanan gak lebih dari 2000km, hanya 1900-an, mungkin karena gak mampir Solo jadi berkurang rute perjalanannya.

Berangkat dari Deltamas-Cikarang 26 September, abis sholat Ashar, menuju rumah mertua di Majalengka. Perjalanan melalui tol Cipularang, keluar Sadang, melewati Subang, Cikamurang dan Kadipaten relatif lancar. Pas Maghrib, sebelum melewati Cikamurang, mampir ke masjid untuk sekedar buka puasa dan sholat.

Hari-hari di Majalengka hanya diisi dengan berkunjung ke rumah saudara dan family dari istri, tidak ada acara jalan-jalan, maklum masih puasa. Acara makan-makannya ya pas hari lebarannya, kan banyak makanan gratis..hehe.

Perjalanan mudik dilanjut 2 Oktober, lebaran kedua, berangkat habis Subuh dengan tujuan Surabaya, sempat beberapa kali berhenti, 3x di SPBU baik untuk isi bensin maupun pipis, 1x di pusat grosir batik Pekalongan, 2x makan (late breakfast di Warung Asih, Batang dan late lunch di Putri Berlian, Rembang), 1x di toko oleh-oleh beli lunpia Semarang, 1x di masjid dan 1x di posko mudik Indomie, Tuban. Akhirnya sampai rumah orang tua di Surabaya jam 19.30.

Hari-hari di Surabaya juga lebih banyak diisi dengan berkunjung ke rumah saudara selain berkumpul dengan teman kuliah, sedikit diselingi dengan rekreasi ke KBS (kebon binatang surabaya) dan nyebrang pakai ferry ke P. Madura meski cuman sampai Bangkalan, tahun depan mungkin sudah bisa lewat jembatan Suramadu. Akhirnya juga lebaran tahun ini berhasil mencicipi BKT (bebek kayu tangan) yang sudah jualan H+5 lebaran.

Balik dari Surabaya tgl 9 Oktober mengambil rute Bojonegoro - Blora - Rembang - Kudus. Kebetulan sekalian jemput pembantu di Blora, maka tidak lupa mencicipi sate Blora pas makan siang, terus mampir di makam Kartini di Rembang, dilanjut jalan-jalan sebentar di pantai Kartini baru bermalam di Kudus.

Besok paginya setelah beli oleh-oleh jenang Kudus perjalanan dilanjut menuju Majalengka, mampir Semarang beli lunpia dan wingko, makan siang sedikit ditunda agar bisa menikmati aneka kepiting di RM Prima, Comal. Akhirnya sampai rumah mertua di Majalengka sekitar jam 7 malam.

Besok siangnya disambung lagi perjalanan terakhir menuju rumah di Cikarang. Home sweet home.

Secara umum perjalanan mudik lebaran ini tidak menemukan kemacetan yang berarti, mungkin karena perjalanan tidak pernah barengan dengan puncak arus mudik & balik. Alhamdulillah.

Monday, October 20, 2008

ASTRO akhirnya berhenti siaran.

Semalam final tenis ATP Master di Madrid antara Andy Murray vs Gilles Simon di channel Star Sports yang disiarkan Astro TV ternyata menjadi acara terakhir Astro yang saya tonton, bahkan sempat ditonton berdampingan (PnP) dengan channel Star Sports di Aora TV yang lagi menyiarkan EPL: Hull vs West Ham. Pas jam 12 malam tepat Star Sports yang di Astro tiba-tiba tidak bergerak, saya kira gangguan biasa, karena siaran tenis yang dimenangkan Murray sudah selesai, maka layar Astro saya close dan jadi layar tunggal dan pindah  channel ESPN-nya Aora TV yang menyiarkan Stoke vs Tottenham. Selesai pertandingan tersebut barulah saya tidur.

Ketika bangun buat sahur jam 3.45, coba hidupkan channel Astro TV eh sudah ada tulisan "Mohon maaf Anda tidak dapat menyaksikan siaran kami sampai pemberitahuan lebih lanjut...dst". Gak terlalu kaget sih, karena kami sudah menduka suatu saat kejadian ini akan terjadi mengingat konflik antara Direct Vision dan Astro Malaysia yang akhirnya tidak ada kesepakatan untuk memperpanjang kontrak.

Untungnya saya bukan bagian dari mereka yang sudah bayar di muka (tahunan) jadi ya gak bakalan ikutan marah-marah. Apalagi saya dapat paket "basic" gratis setahun, jadi selama ini tiap bulan cukup membayar Rp 50.000,- buat tambahan paket Arena (sports). Ditambah sudah berlangganan Aora TV buat menggantikan si Astro, meski awalnya berlangganan Aora hanya karena siaran EPL pindah dari Astro ke Aora...hehehe.

Yang jadi masalah, channel di Aora (baru 12 channel) belum sebanyak di Astro. Anak-anak pasti bakalan kehilangan acara favoritnya, terutama Hasna, yang hobby banget nonton channel PlayHouse & Disney, pasti bakalan sering merengek-rengek. Untungnya Irfan lebih gampang mengerti meski kehilangan Cartoon Network. Mudah-mudahan saja Aora segera menambah channel anak-anaknya yang saat ini cuma 1 channel "Boomerang".

Selamat jalan ASTRO...eh antena dan dekoder di rumah bakalan diambil gak ya...???

Wednesday, October 8, 2008

Mohon maaf lahir & batin

Taqabballahu Mina Wa Minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H, Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

-Didit & keluarga-