Showing posts with label Mudik. Show all posts
Showing posts with label Mudik. Show all posts
Thursday, August 16, 2012
Friday, October 14, 2011
Rute Mudik Lebaran 2011
Iseng-iseng merangkai trek perjalanan selama mudik lebaran 2011 (Idul Fitri 1432H) yang lalu, dengan mengambil log file gpx di GPS Garmin. Tidak termasuk selama jalan-jalan di dalam kota Majalengka dan Surabaya, total perjalanan sejak berangkat dari Cikarang 26 Agustus 2011 sampai kembali lagi ke Cikarang 10 September 2011 menempuh jarak 1920km.
Awalnya trek saya upload di Endomondo, namun karena di Endomondo tidak ada pilihan "Car Driving" akhirnya saya pindahkan ke Runtastic. Hasilnya seperti gambar di bawah. Trek lebih detil bisa langsung diklik di Runtastic.
Mudik kali ini ada rute baru yang belum pernah saya lewati sebelumnya, yaitu jalur Madiun-Ponorogo-Pacitan-Wonosari-Yogyakarta. Ternyata rute baru ini menjadi jalur paling berat, terutama rute Ponorogo-Pacitan melalui jalur alternatif Slahung-Tulakan dimana jalan sempit banyak tanjakan, turunan dan tikungan tajam serta ada beberapa titik yang longsor. Tidak ada SPBU dan mini market sepanjang jalur tersebut yang berjarak sekitar 40km.
Secara keseluruhan infrasutruktur jalur mudik sudah lebih bagus dari tahun sebelumnya. Perkembangan yang paling lambat ada di jalur Purwodadi-Blora dan Cepu-Bojonegoro yang masih menyisakan jalur panjang yang rusak dan bergelombang. Mudah-mudahan tahun depan jalur-jalur yang masih jelek sudah ada perbaikan.
Cerita tempat wisata dan kuliner yang sempat dikunjungi menyusul bila ada kesempatan :)
(diditsk.blogspot.com)
Awalnya trek saya upload di Endomondo, namun karena di Endomondo tidak ada pilihan "Car Driving" akhirnya saya pindahkan ke Runtastic. Hasilnya seperti gambar di bawah. Trek lebih detil bisa langsung diklik di Runtastic.
Mudik kali ini ada rute baru yang belum pernah saya lewati sebelumnya, yaitu jalur Madiun-Ponorogo-Pacitan-Wonosari-Yogyakarta. Ternyata rute baru ini menjadi jalur paling berat, terutama rute Ponorogo-Pacitan melalui jalur alternatif Slahung-Tulakan dimana jalan sempit banyak tanjakan, turunan dan tikungan tajam serta ada beberapa titik yang longsor. Tidak ada SPBU dan mini market sepanjang jalur tersebut yang berjarak sekitar 40km.
Secara keseluruhan infrasutruktur jalur mudik sudah lebih bagus dari tahun sebelumnya. Perkembangan yang paling lambat ada di jalur Purwodadi-Blora dan Cepu-Bojonegoro yang masih menyisakan jalur panjang yang rusak dan bergelombang. Mudah-mudahan tahun depan jalur-jalur yang masih jelek sudah ada perbaikan.
Cerita tempat wisata dan kuliner yang sempat dikunjungi menyusul bila ada kesempatan :)
(diditsk.blogspot.com)
Tuesday, November 18, 2008
Mudik Lebaran 1429H
Ini cerita mudik lebaran 1429H yang lalu. Kali ini total perjalanan gak lebih dari 2000km, hanya 1900-an, mungkin karena gak mampir Solo jadi berkurang rute perjalanannya.
Berangkat dari Deltamas-Cikarang 26 September, abis sholat Ashar, menuju rumah mertua di Majalengka. Perjalanan melalui tol Cipularang, keluar Sadang, melewati Subang, Cikamurang dan Kadipaten relatif lancar. Pas Maghrib, sebelum melewati Cikamurang, mampir ke masjid untuk sekedar buka puasa dan sholat.
Hari-hari di Majalengka hanya diisi dengan berkunjung ke rumah saudara dan family dari istri, tidak ada acara jalan-jalan, maklum masih puasa. Acara makan-makannya ya pas hari lebarannya, kan banyak makanan gratis..hehe.
Perjalanan mudik dilanjut 2 Oktober, lebaran kedua, berangkat habis Subuh dengan tujuan Surabaya, sempat beberapa kali berhenti, 3x di SPBU baik untuk isi bensin maupun pipis, 1x di pusat grosir batik Pekalongan, 2x makan (late breakfast di Warung Asih, Batang dan late lunch di Putri Berlian, Rembang), 1x di toko oleh-oleh beli lunpia Semarang, 1x di masjid dan 1x di posko mudik Indomie, Tuban. Akhirnya sampai rumah orang tua di Surabaya jam 19.30.
Hari-hari di Surabaya juga lebih banyak diisi dengan berkunjung ke rumah saudara selain berkumpul dengan teman kuliah, sedikit diselingi dengan rekreasi ke KBS (kebon binatang surabaya) dan nyebrang pakai ferry ke P. Madura meski cuman sampai Bangkalan, tahun depan mungkin sudah bisa lewat jembatan Suramadu. Akhirnya juga lebaran tahun ini berhasil mencicipi BKT (bebek kayu tangan) yang sudah jualan H+5 lebaran.
Balik dari Surabaya tgl 9 Oktober mengambil rute Bojonegoro - Blora - Rembang - Kudus. Kebetulan sekalian jemput pembantu di Blora, maka tidak lupa mencicipi sate Blora pas makan siang, terus mampir di makam Kartini di Rembang, dilanjut jalan-jalan sebentar di pantai Kartini baru bermalam di Kudus.
Besok paginya setelah beli oleh-oleh jenang Kudus perjalanan dilanjut menuju Majalengka, mampir Semarang beli lunpia dan wingko, makan siang sedikit ditunda agar bisa menikmati aneka kepiting di RM Prima, Comal. Akhirnya sampai rumah mertua di Majalengka sekitar jam 7 malam.
Besok siangnya disambung lagi perjalanan terakhir menuju rumah di Cikarang. Home sweet home.
Secara umum perjalanan mudik lebaran ini tidak menemukan kemacetan yang berarti, mungkin karena perjalanan tidak pernah barengan dengan puncak arus mudik & balik. Alhamdulillah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
