Showing posts with label satelit. Show all posts
Showing posts with label satelit. Show all posts
Tuesday, April 28, 2009
Wednesday, April 22, 2009
Pagi tadi jadi teknisi Aora TV
Sejak seminggu yang lalu siaran Aora TV di rumah sering byar pet, low signal, malah kadang hilangnya lama banget, setelah decoder direset baru bisa normal kembali. Dicek kabel di sisi decoder sih baik-baik saja, jadi dugaanku masalah ada di sisi antena. Sebenarnya pingin ngecek sih, cuman tangga di rumah menghilang entah kemana, ada yang pinjam tapi gak dikembalikan.
Puncaknya kemarin siaran Aora hilang seharian. Malam hari coba telpon ke Customer Care, eh cuman disuruh ngereset decoder, padahal tanpa disuruh juga dah berulang kali dilakukan. Ujung-ujungnya disuruh nunggu 15-30 menit mau dilakukan penguatan sinyal katanya. Setelah sejam hasilnya nihil, coba telpon Customer Care lagi, eh disuruh reset lagi, ya sami mawon lah. Akhirnya aku minta ada teknisi yang datang saja, yang dijanjikan besok paginya dan kena charge Rp 25 ribu. Weleh-weleh, kok bayar ya. Yang lebih sedih lagi malam itu gak bisa nonton Liverpool vs Arsenal.
Karena gak yakin teknisi Aora bakal datang hari ini, padahal malam nanti ada MU vs Portsmouth, maka pagi tadi cari pinjaman tangga ke tetangga. Berpacu dengan waktu karena harus segera ngantar anak sekolah & berangkat kerja, langsung to the point, konektor kabel di sisi LNB dilepas, kayaknya kok baik-baik saja. Ya udah dipasang kembali, eh pas dikencengin malah kabelnya terlepas dari konektornya. Setelah dilihat ternyata bagian outer gak menyisakan sedikitpun serat kabel, oh itu masalahnya. Kupas sedikit kulit kabel luar, biar muncul serat kabelnya, potong dikit inner-nya, pasang lagi konektornya dan kencengin ke LNB.
Masuk ke dalam rumah, hidupkan decoder, nunggu proses booting, begitu selesai update, muncul deh gambar dari channel ESPN. Lumayan hemat Rp 25 ribu dan yang lebih penting nanti malam bisa nonton MU vs Portsmouth dan berharap siaran ulang Liverpool vs Arsenal juga.
Sampai kantor telpon Customer Care untuk batalin teknisi, problem udah teratasi. Eh jam 10-an teknisinya telpon kalau mau datang, ya dijawab saja "batal mas, udah bisa lagi", mending 25 rb buat jajan sama anak-anak...hehehe
Puncaknya kemarin siaran Aora hilang seharian. Malam hari coba telpon ke Customer Care, eh cuman disuruh ngereset decoder, padahal tanpa disuruh juga dah berulang kali dilakukan. Ujung-ujungnya disuruh nunggu 15-30 menit mau dilakukan penguatan sinyal katanya. Setelah sejam hasilnya nihil, coba telpon Customer Care lagi, eh disuruh reset lagi, ya sami mawon lah. Akhirnya aku minta ada teknisi yang datang saja, yang dijanjikan besok paginya dan kena charge Rp 25 ribu. Weleh-weleh, kok bayar ya. Yang lebih sedih lagi malam itu gak bisa nonton Liverpool vs Arsenal.
Karena gak yakin teknisi Aora bakal datang hari ini, padahal malam nanti ada MU vs Portsmouth, maka pagi tadi cari pinjaman tangga ke tetangga. Berpacu dengan waktu karena harus segera ngantar anak sekolah & berangkat kerja, langsung to the point, konektor kabel di sisi LNB dilepas, kayaknya kok baik-baik saja. Ya udah dipasang kembali, eh pas dikencengin malah kabelnya terlepas dari konektornya. Setelah dilihat ternyata bagian outer gak menyisakan sedikitpun serat kabel, oh itu masalahnya. Kupas sedikit kulit kabel luar, biar muncul serat kabelnya, potong dikit inner-nya, pasang lagi konektornya dan kencengin ke LNB.
Masuk ke dalam rumah, hidupkan decoder, nunggu proses booting, begitu selesai update, muncul deh gambar dari channel ESPN. Lumayan hemat Rp 25 ribu dan yang lebih penting nanti malam bisa nonton MU vs Portsmouth dan berharap siaran ulang Liverpool vs Arsenal juga.
Sampai kantor telpon Customer Care untuk batalin teknisi, problem udah teratasi. Eh jam 10-an teknisinya telpon kalau mau datang, ya dijawab saja "batal mas, udah bisa lagi", mending 25 rb buat jajan sama anak-anak...hehehe
Wednesday, February 4, 2009
Iran luncurkan satelit, kapan Indonesia menyusul.
Tanggal 2 Februari 2009, untuk pertama kalinya Iran telah berhasil meluncurkan satelit domestik buatan sendiri. Satelit bernama OMID (harapan) tersebut diluncurkan dengan menggunakan roket Safir-2, merupakan satelit kedua Iran. Satelit pertama Iran yang bernama SINA-1 buatan Rusia dan diluncurkan oleh Rusia pada tahun 2005.
Angkat 2 jempol buat ilmuwan dan pemerintah Iran, atas prestasi yang dicapai di tengah berbagai embargo yang dilakukan dunia barat terhadap Iran. Sayang, sampai saat ini saya belum menemukan informasi lokasi orbit dan band kedua satelit Iran tersebut. Di database LyngSat dan ViaSatellite juga tidak ditemukan. Apakah mungkin terdaftar dengan nama lain ya?
Bagaimana juga dengan dunia persatelitan Indonesia? Indonesia sudah mempunyai satelit sejak 1976 (Palapa A) dan hingga kini sudah puluhan satelit yang pernah dimiliki. Namun belum pernah sekalipun satelit domestik buatan sendiri maupun yang diluncurkan sendiri. Padahal dari segi lokasi, posisi Indonesia sangat strategis untuk peluncuran satelit. Rencana kerjasama LAPAN dengan Rusia untuk membangun pusat peluncuran satelit di Biak juga tidak jelas perkembangannya. LAPAN sendiri sebenarnya sudah berhasil membuat mikro satelit dan beberapa kali ujicoba peluncuran roket, tinggal dikembangkan lebih lanjut.
Mudah-mudahan dengan sukses Iran ini bisa memacu ilmuwan dan pemerintah Indonesia untuk lebih mengembangkan dunia persatelitan di negeri kepulauan yang kebutuhan akan teknologi satelit adalah mutlak.
Setidaknya mungkin Iran dan juga China bisa dijadikan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan kita akan satelit. Jadi tidak hanya bergantung ke US dan Perancis untuk pembelian dan peluncuran satelit. Dengan begitu pasti bisa didapat harga yang lebih murah.
Angkat 2 jempol buat ilmuwan dan pemerintah Iran, atas prestasi yang dicapai di tengah berbagai embargo yang dilakukan dunia barat terhadap Iran. Sayang, sampai saat ini saya belum menemukan informasi lokasi orbit dan band kedua satelit Iran tersebut. Di database LyngSat dan ViaSatellite juga tidak ditemukan. Apakah mungkin terdaftar dengan nama lain ya?
Bagaimana juga dengan dunia persatelitan Indonesia? Indonesia sudah mempunyai satelit sejak 1976 (Palapa A) dan hingga kini sudah puluhan satelit yang pernah dimiliki. Namun belum pernah sekalipun satelit domestik buatan sendiri maupun yang diluncurkan sendiri. Padahal dari segi lokasi, posisi Indonesia sangat strategis untuk peluncuran satelit. Rencana kerjasama LAPAN dengan Rusia untuk membangun pusat peluncuran satelit di Biak juga tidak jelas perkembangannya. LAPAN sendiri sebenarnya sudah berhasil membuat mikro satelit dan beberapa kali ujicoba peluncuran roket, tinggal dikembangkan lebih lanjut.
Mudah-mudahan dengan sukses Iran ini bisa memacu ilmuwan dan pemerintah Indonesia untuk lebih mengembangkan dunia persatelitan di negeri kepulauan yang kebutuhan akan teknologi satelit adalah mutlak.
Setidaknya mungkin Iran dan juga China bisa dijadikan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan kita akan satelit. Jadi tidak hanya bergantung ke US dan Perancis untuk pembelian dan peluncuran satelit. Dengan begitu pasti bisa didapat harga yang lebih murah.
Monday, October 20, 2008
ASTRO akhirnya berhenti siaran.
Semalam final tenis ATP Master di Madrid antara Andy Murray vs Gilles Simon di channel Star Sports yang disiarkan Astro TV ternyata menjadi acara terakhir Astro yang saya tonton, bahkan sempat ditonton berdampingan (PnP) dengan channel Star Sports di Aora TV yang lagi menyiarkan EPL: Hull vs West Ham. Pas jam 12 malam tepat Star Sports yang di Astro tiba-tiba tidak bergerak, saya kira gangguan biasa, karena siaran tenis yang dimenangkan Murray sudah selesai, maka layar Astro saya close dan jadi layar tunggal dan pindah channel ESPN-nya Aora TV yang menyiarkan Stoke vs Tottenham. Selesai pertandingan tersebut barulah saya tidur.
Ketika bangun buat sahur jam 3.45, coba hidupkan channel Astro TV eh sudah ada tulisan "Mohon maaf Anda tidak dapat menyaksikan siaran kami sampai pemberitahuan lebih lanjut...dst". Gak terlalu kaget sih, karena kami sudah menduka suatu saat kejadian ini akan terjadi mengingat konflik antara Direct Vision dan Astro Malaysia yang akhirnya tidak ada kesepakatan untuk memperpanjang kontrak.
Untungnya saya bukan bagian dari mereka yang sudah bayar di muka (tahunan) jadi ya gak bakalan ikutan marah-marah. Apalagi saya dapat paket "basic" gratis setahun, jadi selama ini tiap bulan cukup membayar Rp 50.000,- buat tambahan paket Arena (sports). Ditambah sudah berlangganan Aora TV buat menggantikan si Astro, meski awalnya berlangganan Aora hanya karena siaran EPL pindah dari Astro ke Aora...hehehe.
Yang jadi masalah, channel di Aora (baru 12 channel) belum sebanyak di Astro. Anak-anak pasti bakalan kehilangan acara favoritnya, terutama Hasna, yang hobby banget nonton channel PlayHouse & Disney, pasti bakalan sering merengek-rengek. Untungnya Irfan lebih gampang mengerti meski kehilangan Cartoon Network. Mudah-mudahan saja Aora segera menambah channel anak-anaknya yang saat ini cuma 1 channel "Boomerang".
Selamat jalan ASTRO...eh antena dan dekoder di rumah bakalan diambil gak ya...???
Ketika bangun buat sahur jam 3.45, coba hidupkan channel Astro TV eh sudah ada tulisan "Mohon maaf Anda tidak dapat menyaksikan siaran kami sampai pemberitahuan lebih lanjut...dst". Gak terlalu kaget sih, karena kami sudah menduka suatu saat kejadian ini akan terjadi mengingat konflik antara Direct Vision dan Astro Malaysia yang akhirnya tidak ada kesepakatan untuk memperpanjang kontrak.
Untungnya saya bukan bagian dari mereka yang sudah bayar di muka (tahunan) jadi ya gak bakalan ikutan marah-marah. Apalagi saya dapat paket "basic" gratis setahun, jadi selama ini tiap bulan cukup membayar Rp 50.000,- buat tambahan paket Arena (sports). Ditambah sudah berlangganan Aora TV buat menggantikan si Astro, meski awalnya berlangganan Aora hanya karena siaran EPL pindah dari Astro ke Aora...hehehe.
Yang jadi masalah, channel di Aora (baru 12 channel) belum sebanyak di Astro. Anak-anak pasti bakalan kehilangan acara favoritnya, terutama Hasna, yang hobby banget nonton channel PlayHouse & Disney, pasti bakalan sering merengek-rengek. Untungnya Irfan lebih gampang mengerti meski kehilangan Cartoon Network. Mudah-mudahan saja Aora segera menambah channel anak-anaknya yang saat ini cuma 1 channel "Boomerang".
Selamat jalan ASTRO...eh antena dan dekoder di rumah bakalan diambil gak ya...???
Subscribe to:
Posts (Atom)